Blog entries   |  usaha rental dvd/vcd

usaha rental dvd/vcd

usaha rental dvd/vcd

rumah menjadi tempat penyewaan jual-beli

usaha rental DVD/VCD

punya VCD di rumah? Mengapa tidak coba memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan? Apalagi yang orisinal relatif mahal, maka orang lebih suka meminjam atau menyewa daripada membelinya.

Apalagi jika memang suka nonton film. Anda dapat memberikan banyak referensi kepada orang lain yang ingin meminjam film sesuai pilihan mereka.

Pengadaan dan kerja sama

Hak milik perorangan

Pastikan Anda memiliki sejumlah VCD/DVD untuk disewakan sebagai langkah awal untuk membuka usaha ini. Tentu saja bukan VCD/DVD bajakan yang akan disewakan. Selain karena alasan moral, kualitas VCD/DVD bajakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dapat membuat orang enggan untuk meminjam di tempat Anda.

Lalu bagaimana cara mendapatkan VCD atau DVD dalam jumlah banyak dengan harga lebih murah dari harga di pasaran? Jika Anda perhatikan di cover maupun opening title VCD/DVD orisinal, seperti film diproduksi distributor yang berbeda-beda, seperti vision, magix eyes, medialine (dreamworks-universal), movieline (paramount). Misalnya film keluaran 21 fox century di Indonesia hak edarnya dipegang magix eyes.

Anda dapat langsung menghubungi distribusi-distributor ini untuk membeli VCD/DVD tersebut sekaligus dalam jumlah banyak maupun secara berkala. Anda bisa mencari alamat distributor-distributor ini lewat internet atau mencari informasi ke tempat-tempat yang menjual VCD dan DVD asli. Biasanya distributor-distributor ini ada di kota-kota besar, seperti Jakarta, surabaya, dan bandung. Bahkan, sekarang Anda bisa menemukan berbagai distributor yang membuka toko VCD dan DVD secara online.

Jika pandai menentukan film yang akan banyak dicari, jumlah ini dapat menjadi awal Anda membuka usaha. Tentu saja, setiap minggunya Anda harus menyisihkan pendapatan per hari untuk menambah koleksi VCD dan DVD. Jika distributor berada di kota yang sama dengan tempat Anda tinggal maka VCD/DVD pesanan Anda dapat diambil sendiri sehingga tak perlu biaya pengiriman. Pertimbangkan juga untuk membeli judul film yang sedang populer dalam jumlah lebih dari satu.

sistem kerja sama/ waralaba

Ada juga perusahaan yang menawarkan sistem waralaba tanpa Anda harus membeli lisensi. Salah satu sistem rental VCD orisinal dengan sistem waralaba ini dikembangkan, antara lain oleh video ezy, perusahaan yang berpusat di Australia. Tapi untuk bisa menjadi bagian dari wraalaba ini, ada standardisasi yang sudah ditetapkan video Ezy. Antara lain, rumah Anda harus berada di daerah strategis. Biasanya pembagian keuntungan sebesar 50:50.

Sementara waralaba Ultra Disc sudah membuka kurang lebih 115 cabang di seluruh Indonesia. Di jabotabek saja jumlahnya sudah mencapai 55 outlet. Untuk membuka outlet penyewaan VCD/DVD dengan nama Ultra Disc, investor harus menyediakan ruangan yang luasnya minimal 40 meter persegi. Lokasi outlet harus berada di kawasan permukiman atau yang berdekatan dengan jalan besar. Ruang yang disediakan harus direnovasi sesuai dengan standar Ultra Disc. Agar bisa menjadi  anggota waralaba sebesar Rp 15.000.000,- total investasi yang harus disediakan sekitar Rp 70.000.000,- adapun biaya operasional termasuk gaji pegawai ditanggung oleh investor. Pihak ultra disk kemudian meminta pembagian hasil 50:50 dari hasil pendapatan sewa VCD.

Selain Ultra Disc, wraalaba Odiva menawarkan syarat yang tidak jauh berbeda, speerti investor harus menyediakan ruangan minimal 40 meter persegi. Biaya investasi yang harus disediakan untuk membuka outlet Odiva baru mencapai Rp 200.000.000,- karena investor harus membeli sendiri VCD/DVD yang akan disewakan. Pihak business development odiva memang tidak meminjamkan film kepada outlet-outlet penyewaan. Alasannya, investor didiorong untuk lebih mandiri mengembangkan ushaanya. Argumen lainnya adalah kalau semua film di-drop dari pusat, berarti bisnis itu disetir oleh pusat. Padahal, bisnis ini sepenuhnya milik nvestor.

Investor yang menjadi anggota Odiva bisa mendapatkan VCD dan DVD harganya lebih murah 25% dari harga pasaran. Untuk mendapatkan film, Odiva menjalin kerja sama dengan Tarra, yang telah membuka retail Disc Tarra dan Tarra Megastore. Investor diwajibkan membayar biaya waralaba awal sebesar Rp 63.000.000,- agar bisa membuka outlet baru dengan nama Odiva. Kemudian, setiap bulannya investor diwajibkan membayar biaya waralaba untuk manajemen sebesar 7,5% dari omset. Selain itu, dikenakan juga biaya waralaba sebesar 5% dari omset untuk marketing.

Analisis Usaha

Analisis usaha ini berdasarkan perhitungan dan harga pasar pada Juli 2007. Perkiraan ini adalah perkiraan kotor berdasarkan informasi yang dapat dikumpulkan dan berbagai asumsi. Sangat mungkin ada informasi-informasi lain yang belum diperhitungkan.

Asumsi yang dipakai:

Masa pakai komputer dan printes adalah 2-5 tahun.

Masa pakai DVD player dan televisi adalah 2-5 tahun.

Masa pakai meja dan kursi adalah 5 tahun.

Masa pakai rak adalah 3 tahun.

Masa pakai keping VCD dan DVD adalah 3 tahun.

VCD dan DVD yang dibeli di awal usaha sejumlah 500 judul film.

Biaya investasi (harga pasar berdasarkan juli tahun 2007)

Pembelian VCD/DVD = Rp 10.000.000,-

Biaya Renovasi = Rp 2.000.000,-

Komputer dan printer = Rp 5.000.000,-

DVD Player = Rp 400.000,-

Rak tempat keping VCD/DVD = Rp 300.000,-

Rak tempat cover VCD/DVD 2 x @Rp300.000,- = Rp 600.000,-

Televisi = Rp 800.000,-

Meja dan kursi untuk administrasi = Rp 200.000,-

Pencetakan Kartu anggota = Rp 200.000,-

Pencetakan cover VCD/DVD dengan label nama rental untuk 2.000 keping x @Rp400,- = Rp 800.000,-

Pembelian plastik cover VCD/DVD untuk 2000 kepinh x @Rp 600,- = Rp 1.200.000

Map untuk katalog review = Rp 50.000,-

sofware rental VCD/DVD = Rp 500.000,-

Total Investasi Rp 22.050.000

Biaya Operasional per bulan

Biaya Tetap

Penyusutan komputer, printer 1/24 x Rp 5.000.000,- = Rp 208.300,-

Penyusutan DVD player 1/24 x Rp 400.000,- = Rp 16.700,-

Penyusutan Televisi 1/24 x Rp.800.000,- =Rp 33.400,-

Penyusutan meja dan kursi 1/60 x Rp 200.000 = Rp 3.400,-

Penyusutan rak tempat keping VCD & DVD 1/36 x Rp 300.000 = Rp Rp 8.300,-

Penyusutan tempat cover VCD & DVD 1/36 x Rp 600.000,- = Rp 16.700,-

Gaji staf administrasi 2 orang x Rp 500.000,- = Rp 1.000.000,-

total biaya tetap Rp 1.286.800,-

 

biaya variabel

Biaya komunikasi (telepon & SMS) = Rp 100.000,-

Biaya promosi (spanduk dan poster) = Rp 500.000,-

Biaya listrik = Rp 200.000,-

Biaya pengiriman (dari distributor kerental) = Rp 25.000,-

Biaya transportasi = Rp 50.000,-

Pembelian CD protect (isi 100) = Rp 15.000,-

Pembelian VCD dan DVD (asumsi membeli 5 film baru per minggu) = Rp 760.000,-

Sarana administrasi (map, buku, alat tulis, kalkulator) = Rp 50.000,-

total biaya variabel = Rp 1.700.000,-

total biaya = Rp 2.986.800,-

Penerimaan rata-rata

dengan asumsi ada 30 orang yang meminjam @Rp 10.000 maka dala sebulan Anda akan mendapatkan pemasukan:

30 x Rp 10.000 x 30 hari = Rp 9.000.000,-

keuntungan per bulan

keuntungan = total penerimaan – total biaya operasinal = Rp 9.000.000 – Rp. 2.986.800 = Rp 6.013.200

pay back period = (total investasi : keuntungan) x 1 bulan = (Rp22.050.000 : Rp 6.013.200) x 30 = 3 bulan 20 hari

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *