Blog entries   |  Memberi tak harap kembali

Memberi tak harap kembali

pernah berada di suatu tempat..dan keadaan dimana Anda merasa bahwa..kebaikan yang Anda lakukan tak sebanding dengan apa yang diterima? Yup..keadaan selly saat ini. He he hee…

Berulang kali selalu memberi kebaikan, namun yang kembali…sampai selly rasanya lelah sendiri. Jadi selly lepaskan semuanya dan mengembalikan semuanya pada Tuhan.

    • Bahwa..tak pernah ada yang kebetulan di dunia ini…bahkan sehelai daun yang jatuh pun tak ada yang kebetulan jatuh pada tempat, detik tertentu..saat kita lewat misalnya…
    • Berusaha semaksimal mungkin, luruskan bahwa kebaikan itu tidak ada yang sia-sia..
    • Hidayah itu memang hak Tuhan..semaksimal mungkin kita berusaha, dengan ilmu yang kita punya..namun hak berubah seseorang itu hanya dari Tuhan. Tuhan yang Maha pembolak-balik hati..

Tetap sabar, sebagaimana sifat para Nabi yang tetap sabar..contohlah sifat para Nabi…saat Anda lepas kontrol marah, maka nasibnya akan seperti nabi Yunus yang masuk ke dalam ikan paus.

  • Lalu selly hanya menarik nafas, mengembalikan lagi niat awal apa dan luruskan hati bahwa..tidak ada yang kebetulan selly…Waktunya membahagiakan diri sendiri…daripada terus membahagiakan orang lain…

Tidak mudah menjadi seorang master NLP itu..(ehh selly belum master NLP yaah..ini baru andaikan..bilamana selly memilih jadi master NLP)..Selly menyentuh jiwa dengan jiwa, dan saat itu terjadi..Selly jadi merasakan apa yang dirasakan orang di hadapan kita. Namun..sesudah selesai, Selly harus mengembalikan lagi jiwa Selly seperti semula…supaya bisa berinteraksi dengan suami dan lain-lain, dan energinya yang dari orang lain harus selly simpan sendiri, tidak boleh kena ke suami dan orang disekeliling kita. Itu baru satu..kalau ada dua, tiga..dan pada akhirnyaa…kalau selly ibaratkan peribahasa, “Laki-laki seperti gunung, perempuan seperti bunga”. Selly haruus jadi keduanya, menjadi gunung sekaligus bunga. Padahal saya tetap hanyalah seorang perempuan…yang rasanya terlalu lembut untuk jadi gunung namun diharuskan jadi gunung….sekaligus tetap harus jadi bunga untuk menyentuh setiap jiwa dengan kelembutan khas seorang perempuan..

Hati hanya bisa dibeli dengan hati..

Jiwa hanya bisa dbeli dengan jiwa…

Namun perubahan bukan di tangan selly…Namun hak Tuhan…

Memberi tak harap kembali…luruskan niat bahwa kita bekerja untuk Tuhan..sehingga nilainya adalah tabungan di surga nanti. Amin.

Depok 08/11/2016

jam 10:12

setelah berjuang mengulur waktu untuk menghilang alias ‘Bernafas legaa’, demi orang-orang di sekeliling selly..saatnya selly melepaskan itu semuaa…dan pergi. Bahwa pada akhirnya perubahana hanya milik Tuhan..Selly suka foto ini…rasanya membayangkan dengan pakaian rapih, berada di atas panggung dan membantu banyak orang untuk hidup yang lebih baik. Selly mengerahkan seluruh energi..namun saat pulang ke rumah, senyum suami menyambut hangat..dan selly kembali jadi seorang ibu rumah tangga, yang masak, nyuci, manja pada suami. Hehehee..setiap orang punya sisi lain dibalik setiap panggung..rasanya sihh seperti ituu kayaknyaa, tidak tahuu pembicara lain. Kalau selly sihh kayaknya begitu kalau jadi pembicaraa..hahaa serasa jadi pembicara padahal sihh masih merenung mau memutuskan master NLP itu atau jadi ibu rumah tangga saja…rasanya jadi istri yang baik sudah merupakan tiket ke surga bukan? Suami itu tiket kita ke surga, yaa kaann..?

sellymartinelly202

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *