Blog entries   |  langkah-langkah umum untuk memulai usaha di rumah

langkah-langkah umum untuk memulai usaha di rumah

Usaha rumahan

Bisnis rumahan adalah usaha yang dijalankan dari rumah. Bisnis-bisnis rumahan sebagai bagian dari usaha kecil menengah (UKM) yang sekarang terus berkembang ternyata telah menjadi katup pengaman bagi perekonomian indonesia. Bagaimana tidak, disinyalir ada 40 juta pengusaha kecil dan menengah di seluruh Indonesia. Kegiatan usaha rumahan bisa saja dilakukan di luar rumah, tetapi pusat dari kegiatan itu tetap dijalankan dari rumah.

Ada banyak keuntungan bekerja dari dan/atau di rumah. Selain tak harus memikirkan biaya sewa tempat, usaha ini bisa tumbuh menjadi tak sekedar usaha sampingan. Jika dilakukan serius, usaha rumahan ternyata bisa menjadi tumpuan hidup keluarga. Biaya transportasi juga bisa diminimalisir karena Anda tak harus pergi ke kantor.  Terutama bagi Anda yang tinggal di ibukota, waktu anda yang berharga tidak akan terbuang di jalanan.

Bagi orang tua yang baru memiliki anak, membuka usaha di rumah bisa menjadi alternatif agar Anda tetap memiliki pengasilan tanpa harus kehilangan masa pertumbuhan si kecil. Bahkan, tak jarang ada usaha rumahan yang membutuhkan kerja sama seluruh anggota keluarga sehingga bisnis ini menjadi perekat keharmonisan keluarga di rumah itu sendiri. Kalaupun Anda disibukkan dengan bisnis rumahan, setidaknya Anda bisa mengatur jadwalnya sendiri. Kapan mengatur usaha, kapan waktu beribadah, waktu untuk menemani anak, dan sebagainya. Selain itu, Anda juga akan bebas mengembangkan kreativitas dan potensi.

Produk kecantikan terkenal Mustika Ratu dan Sari Ayu yang dikembangkan Mooryati Soedibyo dan Martha Tilaar adalah salah satu bukti bahwa usaha yang dimulai dari rumah bisa jadi perusahaan besar. BRA MOOryati Soedibyo, SS awalnya membuat lulur, maskerm dan jamu tradisional sebagai hobi serta aktivitas pengisi waktu senggang. Kemudian, setelah permintaan untuk meramu jamu dan kosmetik meningkat, ia mulai menjalankan usaha ini sebagai bisnis rumahan dengan dibantu dua orang asisten.

Usaha rumahan? Anda pun berpeluang memiliki usaha rumahan yang berhasil dengan cara Anda sendiri. Berikut ini adalah langkah-langkah umum untuk memulai usaha di rumah:

  1. Mencari ide: ubah kegemaran menjadi peluang bisnis.
    pertanyaannya: Apa ide usaha yang ingin dikembangkan? Pertanyaan ini akan membantu Anda: Apa yang suka Anda lakukan di waktu luang? Kegiatan yang suka Anda lakukan bisa mendatangkan keuntungan finansial bagi Anda. Bahkan, kegiatan yang mungkin Anda anggap remeh sekali pun seperti menonton dan mengoleksi VCD bisa menjadi tambang uang.
    Tidak semua orang memiliki ketertarikan dan pengetahuan mengenai berbagai film, seperti Anda sehingga ini bisa menjadi keunggulan dan modal untuk membuka tempat penyewaan DVD/VCD. Penting sekali untuk memilih bisnis yang benar-benar disukai karena dengan begitu, Anda akan melakukan usaha ini dengan gembira dan termotivasi membuat berbagai inovasi untuk mengembangkannya.
    Atau, jika Anda merasa kesulitan menemukan hobi yang bisa dikembangkan, buka pikiran lebar-lebar pada berbagai peluang yang memungkinkan untuk Anda lakukan. Peluang itu bisa berupa bisnis baru atau bisnis yang telah ada tapi dicari nilai tambah lain yang bisa dijual. Lalu, buat daftar dan pertimbangkan berbagai kemungkinan.
  2. Utarakan keinginan Anda pada keluarga di rumah
    Rumah yang sekarang Anda tempati sebagian besar adalah hasil jerih payah sendiir, namun Anda menempati bersama keluarga tercinta. Oleh karena itu, usahakan Anda mendapat persetujuan dari suami atau istri, juga keluarga lain yang tinggal bersama, termasuk anak-anak saat Anda ingin membuka usaha rumahan.
    Hal ini penting karena ketika rumah berfungis ganda sebagai tempat usaha, ada beberapa konsekuensi yang harus disadari bersama. Ruang tamu mungkin akan kehilangan nilai privasinya, anak-anak pun harus membiasakan diir berada di antara suasana kerja serta orang-orang yang datang dan pergi. Dukungan keluarga pasti akan memantapkan usaha Anda.
  3. Cari tahu tentang jasa/produk yang ingin Anda jadikan bisnis.
    Setelah mantap dengan ide bisnis yang akan Anda kembangkan, cari tahu seluk beluk produk atau jasa dalam bisnis tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mendapat info-info penting tentang bahan baku dan suppliernya, atau belajar sebuah keahlian tertentu yang mendukung usaha Anda. Selain itu Anda juga harus tahu berbagai jenis produk/jasa, karakteristik, distribusi, pesaing, serta target pasar yang akan dituju. Banyak membaca buku, mencari data di koran atau internet, dan bertanya pada orang yang lebih dulu menjalankan bisnis serupa juga menjadi bekal yang dapat dirasakan manfaatnya saat mulai membuka usaha. Cari tahu apa yang wajib dilakukan dan apa yang patut ditiru.
  4. Membuat rencana bisnis
    Tahap berikutnya yang harus Anda lakukan setelah menentukan dan mengetahui produk/jasa yang akan dikembangkan menjadi usaha rumahan adalah membuat rencana bisnis. Sangat penting untuk duduk tenang dan mulai membuat rencana bisnis. Tak perlu terlalu rumit, yang pasti Anda harus tahu apa saja yang akan Anda lakukan untk menjalankan bisnis tersebut, dan bagaimana cara melakukannya. Perkiraan biaya yang akan dikeluarkan, dan berapa kira-kira hasil yang akan Anda dapatkan. Semua harus direncanakan berdasarkan waktu. Kapan Anda akan memulai usaha, kapan kira-kira Anda akan balik modal, sampai hal terkecil, seperti jam berapa Anda akan membuka dan menutup usaha setiap harinya. Jangan segan berkonsultasi dengan teman, saudara, atau pun tetangga yang sudah berhasil melakukan bisnis rumahan. Perencanaan yang matang adalah kunci kesuksesan usaha Anda.
  5. Pemasaran
    Pemasaran adalah faktor penting agar produk atau jasa Anda tepat sasaran. Jika rumah Anda berada di posisi strategis, seperti di pinggir jalan raya atau perempatan, itu bisa menjadi nilai tambah bagi usaha Anda. Anda tinggal memasang spanduk,papan di depan rumah, atau membagi selebaran. Berkat kecanggihan teknologi, sekarang ada cara pemasaran efektif yang dapat dilakukan, yaitu mellaui internet.
  6. Izin usaha
    Meskipun tampak remeh, surat izin usaha penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan Anda dalam berbisnis, apalagi jika usaha Anda sudah besar. Surat izin usaha juga sangat diperlukan karena kadang ada beberapa perumahan yang menetapkan karangan bagi pemilik rumah untuk menjadikanrumah mereka sebagai tempat usaha. Beberapa orang yang membuka usaha di rumah mengaku terus didatangi dari petuga dari dinas perizinan atau perpajakan yang menanyakan surat izin usahanya. Tidak adanya surat izin mungkin juga dapat membuat Anda kesulitan mengembangkan usaha.
    usaha event organizer, misalnya. Sangat penting bagi usaha jasa seperti ini untuk menjadi sebuah badan hukum supaya bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar yang memang mementingkan verifikasi dan legalitas hukum. Beberapa event oranizer mengaku sulit mendapatkan klien karena masalah hukum. Anda juga membutuhkan surat izin ini sebagai persyaratan administrasi jika Anda ingin meminta bantuan ke bank.
    Surat izin usaha bisa Anda urus di Dinas Perizinan di kota masing-masing. Berikt kelengkapan yang sebaiknya Anda persiapkan:
    1 mengisi formulir pengajuan izin tempat usaha (Itu) bermaterai
    2 Fotokopi KTP yang maish berlaku rangkap 2 (dua) dengan menunjukkan aslinya.
    3 Fotokopi bukti kepemilikan tanah:
    – Sertifikat tanah/Akte Sewa Notaris/ Akte jual-beli yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang (Badan Pertanahan Nasional, Notaris, atau Camat).
    – Apabila bukan milik sendiri harus dilengkapi dengan pernyataan tertulis tidak keberatan dari pemilik rumah/tanah/bangunan bermaterai atau Surat Perjanjian Kontrak Sewa Tempat 1 (satu) lembar.
    – Apabila pemilik tanha meninggal dunia agar dilengkapi dengan surat keterangan ahli waris dari kelurahan/ kecamatan dengan melampirkan surat kuasa dari ahli waris kepada pemohon.
    4 Fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB) beserta gambar (lampiran IMB), dan apabila IMB masih dalam proses pengurusan maka diharuskan melampirkan tanda proses pengurusan IMB atau surat asli keterangan bangunan lama (khusus bangunan yang diidrikan di bawah tahun 1980) yang diketahui RT, RW, dan lurah setempat.
    5 Melampirkan pertanyaan asli tidak keberatan dari tetangga yang berhimpitan dengan lokasi tempat usaha, yang diketahui oleh RT, RW, dan lurah (untuk perpanjangan ITU cukup diketahui oleh RT dan RW).
    6 Apabila salah satu tetangga yang berhimpitan keberatan dengan alasan yang tidak objektif menurut ukuran normatif maka izin tempat usaha (ITU) tetap dapat diproses lebih lanjut atau dapat diterbitkan izinnya jika persyaratan administrasi dan teknis lainnya sudah terpenuhi.
    7 Lightdruk atau cetak printer gambar denah tempat usaha dengan dilengkapi gambar denah tanah/persil (sesuai status kepemilikan tanah atau IMB) dan jalan di depab/samping/belakang bangunan tersebut dengan skala 1:1000 atau 1:2000 rangkap 2 (dua).
    8 Fotokopi akte pendirian CV/PT/Yayasan/Koperasi (apabila atas nama Badan Hukum).
    9 Asli izin tempat usaha lama beserta lampiran gambar denah tempat usaha (khusus perpanjangan).
    10 Melampirkan surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL).
    11 Untuk jenis usaha yang diwajibkan membuat dokumen UKL_UPL atau AMDAL dilampirkan pada waktu pengajuan izin Gangguan/HO;
    12 Surat pernyataan kesanggupan di atas materai secukupnya.

    Berikut ini adalah syarat-syarat membuat surat izin usaha (SIUP):
    Berbadan hukum (PT, CV, dan Koperasi)
    2. Mengisi formulir
    3. Fotokopi akte pendirian perusahaan dan pengesahan dari departemen kehakiman/ pengadilan negeri wilayah.
    4. Fotokopi domisili perusahaan/SIT/UUG.
    5. Fotokopi KTP penanggung jawab.
    6. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) bagi penanggungjawab perempuan.
    7. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
    8. Nomor telepon dan stempel perusahaan.
    9. izin teknis dari instansi terkait bila diperlukan secara perorangan (PO)

  7. Fotokopi dokumen harus dilampirkan aslinya untuk penelitian, dan akan dikembalikan kepada perusahaan yang bersangkutan setelah penelitian dokumen sleesai.

    di atas semuanya itu, menurut konsultan safir senduk, yang terpenting adalah mental dan kesabaran untuk tidak terlalu cepat mengharap untung.

Sumber: http://www/jakarta.go.id situs resmi pemerintah provinsi DKI jakarta, Indonesia.

http://www.ummigroup.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *