Blog entries   |  Bahasa Otak

Bahasa Otak

Dan ternyata.. otak pun punya bahasa otak. Pengalaman selly.. misal dalam menyembuhkan orang yang terkena narkoba, selain mempersiapkan jiwa selly.. selly juga harus menggunakan bahasa yang tepat supaya itu diterima oleh otak. Bahasa otak juga sangat perlu dipelajari oleh ibu-ibu supaya bisa menasehati anak dengan efisien dan efektif.

Bahasa otak diantaranya yang akan selly bahas sekarang adalah:

Gunakan kata positif, kalimat akhir harus positif karena itu yang diterima oleh otak, gunakan kata yang tepat. Misal..

  • Otak tidak mengerti kata ‘jangan’, Misal, “Jangan bayangkan ada balon warna kuning”, setelah membaca tulisan tadi.. malah terbayang balon warna kuning kan?. Contoh lain, “Jangan nakal” -> ganti menjadi “Jadi anak shaleh dan shalehah” (fokus pada harapan yang diinginkan, selain teknik pernafasan, bahasa tubuh saat berdoa, kata juga harus tepat saat berdoa. minta langsung pada impian.. misal: menang, keluarkan kami semua dari gua).
  • Kata harus positif di akhir kalimat (kata akhir kalimat, itu yang diterima otak). Misal, “Lawan bukan musuh”. -? ganti menjadi “Lawan adalah sportif”. ย Sportif selly cek menurut KBBI bersifat kesatria, jujur. Kalau memang sangat diperlukan menggunakan kata ‘Bukan’ maka akhiri dengan kata positif di akhir kalimat. Misal apa yaa.. bentar selly cari di google dulu wkwk, oh ini ajaa, misal, “Mamah bukan marah kepadamu, namun khawatir”. Maka yang masuk ke otak, “Mamah khawatir.”, misal yang tadinya Mamah dan anak bertengkar jadi baikan dengan menggunakan bahasa yang tepat ๐Ÿ™‚
  • Ganti ‘Tapi’ menjadi ‘Namun’.. seperti contoh diatas yaah ๐Ÿ™‚
  • Hindari kata ‘Tidak’. Misal ganti, ‘Itu tidak benar’ menjadi ‘itu salah’.
  • Harapan yang diinginkan dilakukan oleh yang melihat atau mendengar Anda. Misal selly lihat status di facebook page islam, statusnya dari “Jadilah manusia yang mengajak kepada kebaikan walaupun anda bukan ustadz/ ustadzah atau penceramah”, ganti menjadi, “Walaupun Anda bukan ustadz/ ustadzah atau penceramah, jadilah manusia yang mengajak kepada kebaikan”. Maka kata ‘mengajak kepada kebaikan’ itu yang diingat otak pendengar atau yang melihat. Namun jika kalimat ini, “Jadilah manusia yang mengajak kepada kebaikan walaupun anda bukan ustadz/ ustadzah atau penceramah”, maka yang mausk ke otak, “Anda bukan ustadz/ ustadzah atau penceramah”. Lalu yang melihat dan mendengar akan bilang sama diri sendiri, “Lha sama memang bukan ustadz/ustadzah atau penceramah”. Maksud selly paham ya?
  • Ganti ‘Kenapa’ menjadi ‘Mengapa’. ‘Kenapa’ itu masuk ke alam sadar, dan saat anak misal ditanya, “Kenapa terlambat?”. Maka otaknya langsung mencari banyak alasan. Namun jika dipakai kata ‘Mengapa terlambat?’, maka ia akan menjawab faktanya.
  • Menurut selly.. jika memang fakta boleh kalimat negatif di akhir kalimat, misal, “Kaka mencubit adik”. Lha jadi gimana sih selly, cara membedakan kapan akhir positif, kapan negatif. Jawabannya: Komunikasi yang Anda lakukan, apa tujuannya? Misal contoh tadi, selly bilang, “Kaka mencubit adik”. Selly harus bilang ke kaka, mengapa selly melakukan komunikasi ini? Karena ‘Kaka mencubit adik’. Apa tujuannya akhir? Kaka sayang adik. Tujuan itu hanya bisa dicapai apabila kaka tahu sebabnya, “Kaka cubit adik.”
  • Tips selly: ilmu NLP itu bisa dipelajari siapa pun, namun.. yang paling penting adalah “jiwa”. Jiwa akan menyentuh jiwa. Coba lihat dan dengar pidato seseorang yang membuat penonton menyimak dan terbakar semangatnya.. lalu ditulis ulang kata-katanya lalu dihapalkan dan pidato ulang oleh orang lain? Pasti beda hasilnya hehehe. Jiwa menyentuh jiwa, jiwa itu akan menyentuh jiwa lain dengan dahsyatnya. Hal penting lainnya jiwa itu suci dari Tuhan. Dia selalu mau lurus dijalan Tuhan, Jiwa tahu.. mana yang salah mana yang benar, jiwa pendengar bisa merasakan ini salah atau benar. Nlp hanya bisa digunakan untuk kebaikan ๐Ÿ˜‰ menurut pengalaman selly.

waktunya praktek ibu-ibu.. misal anak nangis.. tawarkan, “Mau puding?”. Maka anak akan jawab, “Tidak”.. lalu anak nangiis lagi. Lalu ibu bilang lagi, “Kesayangan Bunda yaa?”. Anak masih nangis.. lalu bunda bilang lagi apa aja kata positif menggunakan kata ‘Ya’ di ujung kalimat sebanyak 3 kali minimal, misal, “Anak bunda yang cantik yaa?”.. lalu bilang lagi, “Peluk Bunda yaa..” (sambil dipeluk anaknya, kontak bahasa tubuh dengan anak, dibanding kata, otak lebih mencatat pergerakan). Lalu tawarin lagi pudingnya, “Puding yaa?”. Anak jawabannya insyaAllah ‘Ya’ dan berhenti nangisnya.

Selesai ditulis di jam 9:05 pagi. Kunci penting jiwanya Bunda, jiwa menyentuh jiwa. Bundanya harus bahagia.. supaya anaknya bahagiaa ๐Ÿ™‚ Bahagia tidak ada syarat, berbahagialah saat ini juga.

sellymartinelly1138

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *